Jumat, 03 Februari 2017

Permudah Impor Produk Perikanan Indonesia, KKP Tingkatkan Kerja Sama dengan Uni Eropa

Menteri Susi Pudjiastuti berfoto bersama Vincent Guerend, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia di Kediaman Dinas MKP, Jakarta Selatan (25/01). (dok.humas KKP / Joko Siswanto)


KKPNews, Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti didampingi Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Nilanto Perbowo bertemu dengan Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Guerend pada Rabu 25 Januari lalu.
Dalam pertemuan tersebut dibahas tentang peningkatan kerja sama antara Indonesia dengan Uni Eropa. Salah satunya tentang pemasaran hasil perikanan Indonesia ke pasar Uni Eropa. Dalam hal ini dibahas tentang pengawalan menyeluruh terhadap kepentingan Indonesia, terutama di sektor kelautan dan perikanan agar dibahas dalam setiap proses perundingan IEU-CEPA (Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement), sehingga ke depannya tidak terdapat hambatan, baik dari sisi tarif maupun non tarif bagi perluasan akses pasar produk kelautan dan perikanan.
Adapun usulan kerja sama ke depan adalah pertukaran data dan informasi tentang Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan (SHTI) antar otoritas kompeten Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Uni Eropa serta dukungan capacity building dalam rangka peningkatan validitas pelaksanaan SHTI di Indonesia serta peningkatan jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan.
Saat ini kerja sama bidang kelautan dan perikanan RI-Uni Eropa telah fokus pada perdagangan hasil perikanan. Uni Eropa menjadi tujuan pasar ekspor Indonesia yang potensial setelah Amerika Serikat dan Jepang. Komoditas yang diekspor adalah udang, TTC (tuna, tongkol dan cakalang), rumput laut, kepiting/rajungan, ikan hias, sotong dan gurita.
Pertemuan antara Menteri Susi dengan Dubes Vincent juga membahas acara World Ocean Summit ke-4 yang akan diselenggarakan di Sofitel Bali Nusa Indah pada 22-24 Februari 2017 mendatang. 
Sumber : KKP

Rabu, 25 Januari 2017

Mentan Amran Marah Pengepul Beli Murah Jagung Petani


Merdeka.com - Menteri Pertanian, Amran Sulaiman melakukan panen padi dan percepatan tanam padi di Desa Pulo, Blora, Jawa Tengah. Dalam kesempatan tersebut, Amran juga melakukan pengecekan harga hasil panen petani yaitu gabah dan jagung.

Mentan Amran tiba-tiba kesal mengetahui hasil panen jagung petani dibeli di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Hal tersebut disampaikan oleh Jamini. Wanita 44 tahun tersebut mengatakan, hasil panen jagungnya dibeli oleh pengepul di bawah HPP yaitu Rp 2.500.

"Ini mana Bulog? Bukan direkturnya, petugas lapangan Bulog mana? Tidak boleh ini jagung harganya murah begini. Beli minimal Rp 3.100. Tidak boleh petani dikibuli terus. Saya perintahkan beli sesuai HPP, Rp 3.100," kata Mentan Amran di Kawasan Pertanian Desa Pulo, Blora, Jawa Tengah, Selasa (24/1). Mentan Amran meminta petani menjual hasil panen ke Bulog.

Menteri Amran meminta Jamini menyebutkan siapa orang yang membeli jagung hasil panennya di bawah HPP. Setelah Jamini memberitahu, Mentan Amran memerintahkan Wakapolres Blora untuk menelusuri orang yang membeli harga panen Jamini di bawah HPP.

"Coba itu Wakapolres cari orangnya. Bawa ke kantor polisi, tapi jangan dipenjarakan. Diselesaikan secara adat, ditanya dulu kenapa dia belinya murah. Tapi ini tidak boleh lagi ya," ujar Mentan Amran.

Atas kejadian yang dialami oleh Jamini, Mentan Amran memberikan bantuan hand tractor secara gratis. Amran berharap dengan bantuan hand tractor, Jamini dapat meningkatkan produksi hasil taninya.

"Ini traktor buat ibu. Langsung bawa pulang ya. Nanti bantuan yang buat Blora saya ganti. Tapi karena ini bantuan pemerintah, nanti kalau ada tetangga yang pinjam dikasih ya. Kalau perlu sewa, bayar setengahnya saja," ungkapnya.

Sumber : Merdeka.com

1000 Ha Lahan Jagung RPM di Malaka Selesai Ditanam

1000 Ha Lahan Jagung RPM di Malaka Selesai Ditanam  
Nampak kadis Tanaman pangan, holtikultural dan perkebunan sedang memantau proses balik lahan persawahan bersama danramil Betun

Laporan Wartawan Pos Kupang, Dion Kota

POS KUPANG.COM, BETUN -- Kepala Dinas Tanaman pangan, Holtikultural dan perkebunan, Yustinus Nahak mengatakan dari 1000 Ha lahan tanam jagung yang menjadi target RPM, saat ini target tersebut telah dicapai. Saat ini pihaknya tengah fokus mempersiapkan lahan untuk tanaman padi seluas 750 Ha.

" Untuk jagung kita sudah mencapai target 1000 Ha. selain RPM ada juga operasi khusus yang merupakan program pusat. Untuk malaka ditargetkan luas area tanam minimal 18. 157 Ha. Saat ini luas area tanam sudah mencapai 16.800 Ha. Masih tersisa sekitar 2000 Ha lagi yang belum ditanami," ungkap Yustinus.

Terkait luas laha persawahan yang sudah dibalik, dikatakan Yustinus untuk malaka tengah dari target 101 Ha, saat ini sudah terpenuhi. Sedangkan sisanya ada di kecamatan malaka barat, weliman dan kobalima belum digarap. Ditargetkan dalam waktu satu atau dua minggu ke depan semua lahan yang masuk dalam RPM telah selesai disiapkan.

"Di malaka tengah lahan RPM ada di desa harekakae, Wehali dan kletek. Sedangkan kecamatan kobalima. Ada di desa lakekun dan lakekun barat. ada juga lahan di malaka barat dan weliman. Kita targetkan semua akan siap ditanam pada Februari mendatang," ungkapnya.

Terkait bibit, pupuk dan benih, Yustinus mengatakan sudah siap. Untuk pupuk, ada dua distributor yang akan menyalurkannya yaitu, PT pupuk Kaltim dan Kimia Gersik. Ditarget dalam waktu satu atau dua minggu ke depan pupuk sudah akan tiba dan siap dibagikan kepada para lompok tani.

"Bantuan pupuk, benih dan obat hama ini disalurkan melalui kelompok. Dan program yang gratis ini hanya untuk lahan yang masu RPM. Sedangkan yang masuk program upaya khusus akan mendapatkan pupuk subsidi," jelasnya.

Dirinya meminta bantuan dari anggota TNI untuk mengawasi penjualan pupuk bersubsidi pada kelompok-kelompok tani. Pasalnya, Yustinus sering mendapat komplain dari parpetani karena membeli pupuk pada toko distributor pupuk bersubsidi di atas harga subsidi. Dirinya mengancam akan merekomendasikan surat pencabutan ijin penyaluran pupuk bersubsidi bagi distributor yang nakal.

" Bagi para petani yang membeli pupuk di atas harga subsidi laporkan kepada kami agar kami tindak tegas toko yang nakal tersebut. Kita tidak akan segan-segan mengeluarkan surat rekomendasi pencabutan ijin bagi distributor nakal," tegasnya.
Sumber : Tribun News

Rabu, 18 Januari 2017

PETANI JAGUNG: Mentan Beri Instruksi, Bulog Siap Beli


Bisnis.com, KENDARI - Menteri Pertanian memerintahkan Perum Bulog Divisi Regional Sulawesi Tenggara (Sultra) membeli jagung petani dengan harga yang sudah ditetapkan.
Kepala Divisi Regional Bulog Sultra Laode Amijaya Kamaluddin   mendapat instruksi langsung dari Menteri Pertanian Amran Sulaiman agar bisa menampung semua produksi petani jagung.

"Sekarang Bulog siap menampung jagung hibrida yang ada di seluruh Sultra. Berapapun jumlahnya kami siap membelinya sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat untuk memberikan kepastian harga dan pasar hasil panen petani jagung," kata Amijaya, Sabtu (14/1/2017).

Ia mengaku dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan jagung hibrida di Sultra sangat besar dengan cara memberikan bibit untuk luas tanam puluhan ribu hektare.

"Dukungan pemerintah pusat tersebut dimulai dengan penanaman perdana jagung hibrida seluas 10 ribu hektare di Konawe Utara. Hal itu diikuti pula oleh daerah lain di Sultra mengembangkan jagung," katanya.

Ia mengaku sudah berkoordinasi dengan beberapa pemerintah daerah yang sedang mengarahkan daerahnya menjadi sentra produksi jagung di daerah itu.

"Kita sudah sampaikan kepada perwakilan Bulog yang ada di daerah dan seluruh bupati agar ikut mendorong petani tingkatkan produksi jagung," katanya.

Menurut Amijaya, kesiapan yang sudah ditunjukkan untuk menampung semua hasil panen jagung adalah membangun gudang di daerah sentra produksi jagung.

"Dua gudang sudah selesai dibangun yakni di Sidodadi Kabupaten Muna Barat dan Unaaha Kabupaten Konawe," katanya.

Saat ini Bulog sedang dalam proses untuk membangun empat gudang lagi yakni Konawe Utara, Konawe Selatan, Kolaka Timur dan Kolaka Utara.

Cara Mentan Amran Wujudkan Swasembada Jagung


Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah menargetkan bisa menciptakan swasembada pangan sampai akhir 2019 nanti. Salah satu komoditas yang ditargetkan tidak akan impor dalam dua tahun ke depan adalah jagung. Untuk mewujukan hal tersebut Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman pun bergerilya ke sejumlah daerah untuk mendongkrak produksi jagung agar impor jagung bisa ditutup total.

"Jadi kalau sudah ada tambahan produksi jagung, kita bisa kurangi impor. Impor jagung kita tahun ini turun kurang lebih 3 juta ton, itu nilainya Rp 7 triliun-Rp 8 triliun, padahal baru sekali gerak," ujar Amran seperti dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (17/1/2017). 

Salah satu cara Amran mewujudkan swasembada jagung adalah mengawal penanaman perdana benih jagung hibrida di Desa Tetewatu, Kecamatan Wiwirano, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.

Amran pun mengapresiasi Program Penanaman Jagung di lahan 10 ribu hektare yang digagas Pemerintah Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara sebagai implementasi dari program Sulawesi Tenggara Mandiri Pangan.

“Konawe Utara, khusus jagung harus dikembangkan karena masih ada impor kita 800 ribu ton. Dulu tahun 2016 rencana impor jagung 4 juta ton, impor turun 66 persen. Jagung ini menjanjikan untuk rakyat karena setiap rakyat tanam jagung tidak ada kata rugi,” ujar dia.

Penanaman ini diharapkan mampu menambah pasokan kebutuhan jagung nasional dan menekan impor jagung. Produksi jagung pada 2015 mencapai 19,83 juta ton atau naik 4,34 persen dari tahun 2014. Di tahun 2016, Kementan menargetkan produksi jagung sebesar 21,53 juta ton.

"Produksi jagung 2016 lebih dari cukup memenuhi kebutuhan industri pakan. Kebutuhan industri terdata sebanyak 750 ton per bulan dan total kebutuhan jagung nasional 1,55 juta ton per bulan," jelas Amran. 

Sumber : liputan6.com

Kamis, 22 Desember 2016

GERPARI Pelalawan Ada Untuk Atasi Pakan Ikan Yang Mahal

 

Riaubook - Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pelalawan, luncurkan program Gerakan Pakan Ikan Mandiri (GERPARI) yang berguna untuk menekan biaya pakan ikan sehingga dapat menaikan keuntungan bagi para petani perikanan.
Demikian disampaikan Kadis Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pelalawan HT Wahiduddin kepada awak media di kantornya, Rabu (21/12/2017).
Lanjut Kadis ini lagi, akibat harga pakan ikan pabrikan yang cukup tinggi dipasaran, hampir dipastikan 70 sampai 80 persen hasil produksi budi daya ikan teralokasi ke pembelian pakan ikan.
"Cukup tinggi biaya yang harus dikeluarkan para petani ikan untuk penyediaan pakan ikan, sehingga dapat menurunkan kwalitas hasil panen," kata Kadis Wahiduddin.
Dilanjutkannya kembali Program GERPARI ini sangat menentukan tingkat keberhasilan petani perikanan dalam menekan harga pakan yang cukup tinggi, sehingga melalui program ini, persoalan petani ikan akan dapat diatasi, dan kemudian keuntungan yang didapat petani ikan jauh lebih menjanjikan.
"Semua ini untuk meningkatkan pendapatan petani ikan dan sekaligus dapat mengatasi apabila terjadi kelangkaan dalam pengadaan pakan ikan dipasaran," katanya lagi.
Dan untuk mendukung Program GERPARI ini Dinas Perikanan dan Kelautan Pelalawan mendapatkan anggaran APBN Tahun 2016 dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perikanan dan Kelautan RI berupa mesin penbuatan pakan dan juga sekaligus bahan bakunya. Tidak itu saja melalui APBD Tahun 2016, Pemerintah Kabupaten Pelalawan juga telah memberikan bantuan mesin pakan ikan untuk kelompok pondokan yang lain.
"Semua bantuan itu telah kita serahkan kepada kelompok pondokan petani ikan. Untuk bantuan Pemerintah Pusat diberikan kepada tiga kelompok pondokan petani ikan yaitu Pondokan Patin Jaya, Pondokan Simpang Empat Bersatu, dan Pondokan Muliaya Jaya," kata Kadis Perikanan Wahiduddin ini mengakhiri. [RB/ton]. 

Sumber : Riaubook