Senin, 15 Agustus 2016

Kementerian Perdagangan tetapkan harga jagung lokal

http://photo.kontan.co.id/photo/2016/08/12/1041623787p.jpg

JAKARTA. Pemerintah mulai menentukan harga jagung lokal sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag), No. 21/m-dag/per/3/2016 tentang penetapan harga acuan pembelian jagung di tingkat petani. Kementerian Perdagangan (Kemdag) menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Jagung lokal sebesar Rp 3.150 per kilogram (kg) dengan kadar air 15%.

Sementara itu, Kementerian Pertanian (Kemtan) yang bertangunggjawab menentukan harga dasar jagung ditingkat petani, sampai saat ini belum memberi kepastian berapa harga yang diinginkan Kemtan. Untuk itu, Kemdag mengusulkan dengan HPP jagung Rp 3.150 per kg, maka harga dasar jagung yang ideal sebesar Rp 2.500 per kg di tingkat petani dengan kadar air 35%. 

Pertimbangan tersebut dikeluarkan Kemdag karena petani selama ini tidak memiliki mesin pengering yang mampu mencapai tingkat kekeringan 15%. Dengan penentuan harga jagung ini, maka petani mendapatkan kepastian harga. Bila harga dasar jagung Rp 2.500 per kg, makapetani masih untung, setelah mengeluarkan biaya transportasi dari perkebunan hingga sampai ke gudang pedagang besar. 

"Artinya, bila harga jagung di petani jatuh di bawah HPP, Perum Bulog wajib membeli," ujar Sekretaris Jenderal Kemdag Sri Agustina, akhir pekan lalu. Dengan patokan HPP jagung sebesar itu, Sri memprediksi maka harga jual jagung ke peternak berada di kisaran Rp 3.400 per kg hingga Rp 3.500 per kg.


Bisa kerek harga telur  

Koordinator Forum Peternak Layer Nasional (PLN), Ki Musbar mengatakan, pihaknya merupakan pengguna jagung pakan ternak terbesar kedua setelah industri pakan ayam yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) sebesar 700.000 ton per bulan. PLN membutuhkan jagung rata-rata 240.000 ton per bulan. 

Karena itu, PLN menyarankan agar Harga Pembelian Pemerintah (HPP) jagung sesuai dengan yang ditentukan Kemdag Rp 3.150 per kg. Sebab Musbar menilai ada keinginan dari asosiasi petani jagung menaikkan HPP dikisaran Rp 3.500 per kg. 

"Bila harga jagung naik Rp 500 per kg saja, maka akan berdampak pada kenaikan harga telur ayam sebesar Rp 1.000 - Rp 2.000 per kg," ujarnya kepada KONTAN, Minggu (14/8). 

Sumber : Kontan

Rabu, 01 Juni 2016

Pemerintah dan GPMT Targetkan Swasembada Jagung 2017

Dalam rangka menyerap produksi jagung di tingkat petani, Kementerian Pertanian (Kementan) menggandeng Asosiasi Produsen Pakan Indonesia, yang sebelumnya dikenal dengan nama GPMT (Gabungan Perusahaan Makanan Ternak). 
Foto bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman
dengan penurus GPMT yang baru terpilih.
Sekretaris Jenderal GPMT, Desianto Budi Utomo mengatakan berdasarkan hasil pertemuan antara pihak asosiasi dengan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, impor jagung tahun depan ditargetkan ditekan hingga 0%. Hal ini dimaksudkan untuk mendukung tujuan pemerintah dalam mencapai swasembada jagung yang ditargetkan dapat terealisasi pada tahun 2017 mendatang.
Pertemuan berlangsung diruang kerja Menteri Pertanian setelah sebelumnya Menteri Pertanian menyelenggarakan pertemuan koordinasi dengan para assosiasi untuk membahas ketersediaan dan stabilisasi harga bahan pangan pokok menjelang puasa dan lebaran tahun 2016 di ruang pola Kementerian Pertanian pada Senin (23/5/16).
“Pertemuan sangat kondusif dan kami menjalin babak baru dengan pak Menteri, bahwa pada prinsipnya kami in line dengan  program-program kedepan pak menteri khususnya upaya pak menteri agar kami mendukung target pemerintah tahun depan  bisa benar-benar impor jagung 0 % dapat terwujud”, jelas Desianto.
Data GPMT mencatat importasi jagung pada tahun 2014 mencapai sebesar 3,1 juta ton, sedangkan tahun 2015 ini ditekan sebesar 50% sehingga mencapai sekitar 1,2 - 1,5 juta ton. “Tahun ini kan sudah 50 persen dari tahun lalu jadi sudah sangat kondusif dan kita ingin mengembangkan jagung lokal. Kita ingin membantu petani, petani untung, nanti petani bisa mempunyai daya beli dan juga akan mendukung peningkatan konsumsi protein hewani”, tambahnya.
Menteri Pertanian mengatakan stock secara kebutuhan nasional saat ini tersedia untuk 1 (satu) bulan kedepan hingga pertengahan juni. Kondisi jagung saat ini kondusif. Kementerian Pertanian akan terus mengembangkan produksi jagung lokal. Harga dipasaran cukup baik berkisar antara Rp. 3.200 – Rp 3.450.
“Untuk Pak Menteri, kami siap untuk lebih bergandengantangan dengan tujuan untuk mensukseskan swasembada jagung khususnya, kita konsen terhadap peningkatan produksi dan produktivitas jagung nasional,” tegas Sekjen GPMT.
Suasana audiensi pengurus GPMT dengan Mentan Andi Amran Sulaiman berlangsung dinamis.
Sebelumnya Menteri Pertanian mengucapkan selamat dan sukses kepada GPMT yang telah melaksanakan kongres ke 13 beberapa waktu lalu di Bogor (19-21/5/16). Pertemuan tersebut sekaligus ajang perkenalan pengurus baru GPMT dihadapan Menteri Pertanian. Menteri Pertanian berpesan agar GPMT harus mensinergikan program kerja mereka dan mendukung terwujudnya target pemerintah untuk tahun depan tidak ada impor lagi.
“Saya ucapkan selamat kepada Saudaraku yang terpilih menjadi pengurus. Saya harap pengurus kedepan dapat mensinergikan program dan targetnya agar tahun depan tercapai impor jagung 0%,” ujar Menteri Pertanian.
Amran juga menyampaikan bahwa pemerintah meminta agar para pelaku usaha (produsen pakan) untuk dapat menjadi pionir dalam menyukseskan swasembada jagung melalui peningkatan produksi dan produktivitas jagung nasional. (wan) 
 
sumber : Infovet

Selasa, 24 Mei 2016

GPMT: Pertumbuhan Industri Pakan Ternak Di Bawah 8%

GPMT: Pertumbuhan Industri Pakan Ternak di Bawah 8% 

Bisnis.com, BOGOR- Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) menggelar Kongres ke-13 pada Kamis s/d Sabtu di Rancamaya Bogor (19-21/5/2015). Kongres tersebut bertema Kepastian Ketersediaan Bahan Pakan untuk Menunjang Daya Saing.

Ketua GPMT Sudirman mengatakan keberadaan asosiasi tersebut bisa berkontribusi positif bagi perekonomian meskipun kondisi usaha pakan ternak di Tanah Air belum stabil.

"Kondisi pertumbuhan industri pakan ternak ini masih di bawah 8%. Oleh karena itu kami harus siap menghadapi era globalisasi," ujarnya di sela pembukaan kongres, Kamis (19/5/2015) malam.

Dia berharap dalam kongres tersebut dapat terpilih para pengurus andal yang mampu memajukan industri pakan ternak sehingga roda perekonomian di Indonesia terus berjalan ke arah positif.

Pihaknya juga berharap para pengurus GPMT yang baru mampu mengusung program kongkrit untuk perkembangan usaha dan juga kesejahteraan rakyat.

Dia mengisyaratkan para pengurus terpilih bisa mencapai impian pemerintah dan kalangan petani yakni mampu menekan impor yang selama ini dilakukan asosiasi tersebut.

"Tentu harapan tekan impor jagung ada. Tahun lalu impor 3 juta ton. Nah harapannya nanti harus ada upaya membantu pemerintah untuk swasembada jagung, sehingga ketergantungan impor semakin berkurang," paparnya.

Sudirman menambahkan pihaknya siap terus bekerja sama dengan pemerintah dalam mengatasi persoalan ketersediaan jagung, seiring saat ini pemerintah fokus terus menanam komoditas bahan pakan ternak tersebut.

"Saya ingin mengacungkan jempol pada Menteri Pertanian yang sudah gigih membuat anggaran khusus untuk jagung lebih dari Rp 3 triliun. Ini tentu harapannya swasembada jagung," ujarnya.

Sementara itu, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Muladno menuturkan para pengurus GPMT terpilih nantinya harus bersinergi dengan pemerintah dan petani sehingga ketersediaan jagung dipastikan terpenuhi.

Selama ini, lanjutnya, pola komunikasi antara pengusaha pakan ternak, pemerintah dan petani kurang harmonis sehingga berdampak pada produksi jagung.

"Kami tak memaksa pengusaha untuk tekan impor, tetapi setidaknya harus ada sinergitas tinggi dengan pemerintah dan petani," ujarnya.

Dia memberi contoh, ketika Kementerian Pertanian melakukan kunjungan ke Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, pihaknya banyak belajar dengan Bupati Dompu yang sebelumnya tidak pernah menanam jagung.

"Tapi setelah bupatinya menjabat, dia tanam jagung di hampir semua lahan sehingga warganya banyak yang tanam. Nah maksud saya, ini juga bisa diadopsi oleh pengusaha pakan, jadi jangan terlalu andalin pemerintah," paparnya.

Sumber : Bisnis

Dirjen PKH Membuka Kongres XIII GPMT

 Dirjen PKH Membuka Kongres XIII GPMTBogor (TROBOS). Bertempat di Rancamaya Bogor, 19- 21 Mei 2016, Asosiasi Produsen Pakan Indonesia atau yang lebih dikenal GPMT menyelenggarakan kongres ke-13. Kongres kali ini mengangkat tema "Kepastian Ketersediaan Bahan Pakan untuk Menunjang Daya Saing".
 
GPMT merupakan asosiasi produsen pakan ternak yang keberadaannya sangat berkontribusi bagi perekonomian, meskipun kondisi industri pakan ternak di Tanah Air belum stabil. Ini disampaikan Ketua Umum GPMT, Sudirman di sela pembukaan kongres (19/5).

Menurut Sudirman, kondisi pertumbuhan industri pakan ternak akan tetap tumbuh. Terlebih sudah banyak perusahaan-perusahaan luar negeri yang tertarik dan ingin menanamkan modalnya di Indonesia. "Saya berharap iklim investasi tetap membaik, dan terus menarik investor," ungkapnya.

Sudirman juga mengharapkan, dengan terpilihnya pengurus baru, terus memajukan industri pakan ternak, sehingga roda perekonomian di Tanah Air terus berjalan dengan baik. "Para pengurus baru diharapkan dapat mengusung program-program yang terbaik untuk perkembangan usaha dan kesejahteraan rakyat," tambahnya.

Sementara itu, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Muladno mengatakan, kongres ke-13 GPMT kali ini sekaligus memperingati hari jadinya ke-40 tahun. "Asosiasi ini sudah berumur, namun sangat disayangkan keberadaannya belum diakui oleh pemerintah, karena hingga saat ini GPMT belum mendaftarkan dirinya ke Kementerian Hukum dan HAM," terang Muladno.

"Untuk itu, saya berharap tidak hanya kepada GPMT tetapi semua asosiasi peternakan di Indonesia yang tercatat sebanyak 87 asosiasi, untuk segera mendaftarkan diri. Sehingga akan mempermudah untuk berjalan kedepannya, dan berkomunikasi dengan pemerintah," jelasnya.
 
Selanjutnya kepada pengurus baru, Muladno juga berharap, bisa bersinergi dengan pemerintah dan petani. "Buatlah program kerja yang bersinergi dengan pemerintah dan petani, semisal dengan Badan Ketahanan Pangan, Direktorat Pakan, maupun yang lainnya," ujarnya. 

Sumber : Trobos

Rabu, 10 Februari 2016

Pemerintah Bebaskan PPN Ternak Impor

Pemerintah Bebaskan PPN Ternak ImporJakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah membebaskan pajak pertambahan nilai (PPN) atas impor hewan ternak dan unggas yang berlaku sejak 8 Januari 2016.

Beberapa jenis ternak dan unggas yang kegiatan importasinya dibebaskan PPN meliputi sapi, kerbau, kambing/domba, babi, serta ayam, itik, puyuh dan ternak lainnya.

Kebijakan ini mencakup impor hewan hidup maupun yang disembelih, yang daging, tulang hingga jeroannya dikemas atau dibekukan.

Ketentuan ini tertuang dalam Peraturan Peraturan Menteri Keuangan Nomor (PMK) 5/PMK.010/2016 tentang Kriteria dan/atau Rincian Ternak, Bahan Pakan Untuk Pembuatan Pakan Ternak dan Pakan Ikan Yang Atas Impor dan/atau Penyerahannya Dibebaskan Dari Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai. Beleid ini merupakan revisi atas PMK Nomor 267/PMK.010/2015. 

Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro dalam beleid tersebut menjelaskan, kebijakan PPN ini diambila dalam rangka menyinergikan kebijakan barang kena pajak tertentu yang bersifat strategis di bidang pangan.

Untuk itu, lanjutnya, Kementerian Keuangan perlu mengubah kriteria dan/atau rincian ternak impor strategis yang penyerahannya dibebaskan dari pengenaan PPN.

Meskipun PMK 5/PMK.010/2016 terbit pada 26 Januari 2016, tetapi berlaku efektif untuk periode impor sejak 8 Januari 2016. (ags/gen)

Sumber : CNN Indonesia 

Produsen Pakan Ternak Ke Mentan: Jangan Hanya Lindungi Petani, Peternak Juga

http://us.images.detik.com/visual/2014/06/18/599fb052-e3b1-43d0-80c6-14b405f147b8_169.jpg?w=500&q=90Jakarta -Produsen pakan ternak protes karena dituding sudah mengimpor jagung ilegal bagi memenuhi kebutuhan dalam negeri. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) FX Sudirman mengungkapkan, pihaknya tidak terima dituding mengimpor jagung secara ilegal hingga sengaja menjatuhkan harga jagung di tingkat petani.

“Mentan lebih pro petani ini saja sebenarnya menyakiti hati peternak. Seharusnnya melindungi bukan cuma petani, tetapi juga peternak. Kemudian tuduh impor secara ilegal dan segel jagungnya sampai sekarang. Kita impor pada Desember secara terang benderang. Ini perlu diluruskan,” katanya ketika Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat RI di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (28/1/2016).
Sudirman melanjutkan, selain tudingan-tudingan tersebut, Mentan bahkan sampai meminta bantuan Bareskrim Mabes Polri mengusut impor jagung oleh produsen pakan ternak seolah importir sudah melakukan perbuatan pidana.
“Bahkan sampai libatkan Bareskrim untuk penyelidikan di pelabuhan-pelabuhan. Ini kontra produktif untuk dunia usaha, harusnya tudingan seperti itu nggak keluar dari seorang pejabat negara,” tegasnya.
Bahkan, sebelum melakukan impor, pengusaha pakan ternak sudah berkirim surat ke Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian buat memberitahukan rencana impor.
“Kita telah kirim surat bahwa kami mulai impor, telah dijelaskan kapalnya apa, kapan datangnya, berapa jumlahnya. Jadi di mana ilegalnya?” kata Sudirman.
Dia melanjutkan, ketika ini keadaan petani jagung di lapangan juga tidak sesuai dengan yg diharapkan Mentan. Beberapa petani di daerah justru sama sekali tak menikmati tingginya harga jagung.
“Katanya melimpah padahal barang tak ada. Ini bagi kalian sedih, karena sejak Agustus nggak berimbang jagung. Mentan sampai bangga mengatakan, sekarang pendapatan petani jagung setara menteri, ini menyedihkan. Kita telah tanggung jagung mahal, barangnya juga nggak ada,” tutupnya.

Sumber : Tabengan.com